Sabtu, 04 Februari 2012
Our - Story
Part 1 (Introduction/perkenalan)
“Woy Di tsangkep bolanya!!” teriak Aras.
Dengan sigap Aldi menangkap bolanya. Tangannya dengan indah mendrible bola kearah ring. Sorakan meriah terdengar jelas diseluruh ruangan ketika sekali lagi Aldi mencetak poin untuk teamnya. Dan akhirnya fluit pun dibunyikan tanda bahwa pertandingan telah usai. Score akhirnya 22-24 dimenangkan oleh team Aldi, hanya beda tipis. Pertandingan kali ini memang diadakan disekolah Aldi, oleh karena itu ia lebih unggul dalam menguasai lapangan.
“Kerja bagus Di!” puji Aras yang tak lain adalah ketua team basket. Tawa kemenangan terlintas diwajah mereka.
Setelah usai bersorak-sorai dengan kemenangan yang mereka peroleh, Aldi memutuskan untuk pergi kebelakang stadion untuk mencuci wajahnya di washtafle. Sebuah handuk kecil ia kalungkan pada lehernya.
Air mulai ia alirkan. Dari arah samping ada beberapa gadis datang menghampirinya.
“Uaaaa kak Aldi tadi keren banget sih >.<” teriak salah satu diantaranya. Gadis-gadis itu adalah adik kelasnya. Di sekolah Aldi cukup populer. Tidak hanya karena pintar bermain basket, namun wajahnya pun cukup membuat para gadis ingin mendekatinya. Selain tampan, Aldi juga termasuk kelas atas. Penampilannya selalu ia jaga.
“Hehe biasa aja kok! Makasih udah ngedukung ya.” Ucap Aldi pada gadis-gadis itu. Ia memperlihatkan senyuman termanisnya. Ini adalah salah satu kebiasaan Aldi, yaitu selalu menggoda gadis-gadis yang ada disekitarnya.
“Iya sama-sama kak >///<” gadis-gadis itu pun meninggalkan aldi sendirian karena takut mengganggunya. Setelah mereka pergi, terdengarlah sebuah suara yang menegurnya.
“Udah selesai ngegombalnya?”
Sontak Aldi menoleh. Ternyata Fitri lah yang menegurnya. Fitri yang sedari tadi berdiri bersandar pada dinding seraya menyilangkan tangan pada dadanya pun mulai mendekati Aldi.
“Oh honey tadi kamu disitu ya?”
“Kenapa emang? Takut ketauan?” timpal Fitri.
“Ah nggak kok! Oh ya gimana tadi aku keren kan?” tanya-nya semangat.
“Nggak! Siapa bilang keren?”
“Lah nggak? Eh tadi tuh aku udah berusaha buat tampil secakep mungkin tau -_-“
“Emang jelek kok!”
“Puji dikitlah!” tuntut Aldi.
“Ke Paris dulu baru ntar aku puji >.<” Fitri balas menuntut.
“Sabar dong, tau lah akukan orang sibuk!”
“Ah gembel lo!” Fitri menjulurkan lidahnya.
Fitri adalah kekasih Aldi. Ia sangat periang. Rambutnya selalu terurai panjang. Keinginannya dari dulu adalah dapat pergi ke Paris. Pernah suatu ketika Aldi menjajikan pada Fitri akan mengajaknya pergi ke Paris, dan sejak saat itulah ia selalu menagih janji Aldi.
Kedua orang itu pun kembali ke sekolahnya. Ketika tengah melewati koridor mereka berpapasan dengan Tya teman sekelas Fitri. Seperti biasa Tya selalu membawa dan membaca komik dimanapun dan kapanpun. Satu hal yang dibencinya yaitu melihat orang kaya yang sombong dan selalu membeda-bedakan orang lain dengannya. Oleh karenanya Tya cukup membenci Aldi. Dimatanya Aldi sama saja dengan orang kaya lainnya, sombong.
“Tya!” sapa Fitri.
“Oh ya?” komik yang sedari tadi menutupi wajahnya sedikit ia turunkan agar dapat melihat siapa yang memanggilnya.
“Sendirian aja!” Aldi mulai menggoda.
“Lo bawa peliharaan Fit?” sindir Tya.
“Ye nyebelin! Jarang-jarang orang kayak lo digodain cowok cakep kayak gue!” protes Aldi.
“Diatas langit masih ada langit ya, muka lo sejajar sama pemulung disebelah rumah gue!” hardik Tya.
“Gue disamain sama pemulung lagi -_- , rumah lo dipemukiman mana sih? Sampe ngebedain muka prince sama pemulung!” balasnya tak mau kalah.
“Ih udah ah jangan pada berantem!” Fitri menengahi.
“Habisnya honey dia ngeselin banget!” sergah Aldi manja pada Fitri.
“Udah-udah kita balik ke kelas aja, Ty sorry ya!” Fitri menarik paksa tangan Aldi.
Ketika sampai di tangga, Aldi dan Fitri berpisah. Fitri memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sedangkan Aldi memilih untuk pergi ke kelas.
“Vit, gue minjem pr MTK dong!” ketika sampai dikelas Aldi langsung menghampiri Novita yang sedari tadi sibuk online dengan HP-nya.
“Lo udah kelar tanding?” Ucap Novita namun masih tetap fokus pada HP-nya.
“Yoi!” bangga Aldi.
“Menang lo?”
“Iya dong! Eh udah ah mana buku MTK lo?” pinta Aldi.
“Emang ada pr ya?” ucap Novita dengan santainya.
“Idih alah lo gak tau? Gue aja yang sibuk mondar-mandir sana-sini tau elo yang tiap hari kerjaannya online masa gak tau?”
“Bawel ah, gue lagi sibuk nih! Lagian tinggal dua pelajaran lagi udah ngapain sih ngerjain? Nyantai aja kali. Cowok kok rempong banget -_-“
“Hahaha dasar nyai, gue emang demen sama gaya lo! Life is easy.”
Novita adalah teman sekelas Aldi. Ia sebenarnya adalah murid yang pintar, pikirannya pun selalu nalar. Selalu berfikir menggunakan logika, dan bila ada hal yang menurutnya tidak rasional ia tak segan-segan untuk memprotes. Dua hal kelemahannya yaitu malas dan David. David adalah ketua klub sains yang ada disekolahnya dan Novita sangat menyukainya.
“Eh Di, style lo hari ini gak banget sih!” tiba-tiba dari arah samping ada yang datang menghampiri Aldi dan Novita.
“Hah? Beneran Da?” seketika Aldi pun langsung memperhatikan penampilannya.
“Beneran! Apaan tuh sepatu lo warna sama motifnya jelek!” Aida yang juga teman satu kelas Aldi menunjuk ke arah bawah yaitu kearah sepatu Aldi.
“Da lo mending jadi penasehat style pribadinya Aldi aja deh!” sergah Novita tiba-tiba.
“Gak elit ah!”
“Ye hahahaha”
Mereka bertiga pun saling meledek satu sama lain, namun hanya sebagai bahan untuk bercanda.
Dan ditempat lain, tepatnya diruang musik beberapa murid laki-laki asyik memainkan alat musik kesayangan mereka masing-masing tak terkecuali Kevin. Kevin adalah vocalis klub band yang ada di sekolahnya. Di sekolah ia dijuluki playboy karena sering menggoda gadis-gadis. Sifatnya tak beda jauh dengan Aldi karena memang ia juga adalah sahabat baik Aldi. Dan tentu saja wajahnya tak kalah tampan dengan Aldi juga kelas atas adalah lingkungannya di keluarga.
“Dari pada kalian ngelakuin hal yang gak berguna kayak gini mending kalian tuh belajar kayak David tuh di ruang sebelah! Kamu juga Vin, sudah dibilang jangan pakai kaos disekolah, tapi tetep aja ngeyel! Bikin peraturan sendiri?” pak Supadi mulai mengoceh pada Kevin dan teman-temannya karena merasa terganggu dengan rutinitas mereka. Saat itu pak Supadi memang sedang membantu David mengerjakan proyek sains nya di lab, dan letak ruang lab memang berhadapan dengan ruang musik.
Sepanjang ocehan Kevin hanya menunduk diam, ia menunduk bukan karena menyesal namun karena malas mencari masalah.
“Eh Vin, tadi si Dilla lewat tuh!” bisik teman di samping Kevin.
“Serius? Mana? Pak saya pergi dulu ya! Mama saya nelp—“ belum usai bicara Kevin langsung pergi berlari meninggalkan ruang musik.
“Heh kevin! KEVIN!” teriak pak Supadi.
Kevin terus berlari mengejar Dilla. Dilla adalah ketua klub teater di sekolahnya. Gadis ini yang selalu di kejar-kejar oleh Kevin. Kepribadiannya yang sopan dan ramah lah yang membuat Kevin selalu menginginkannya. Selain itu Dilla sangat jago dalam hal mengingat.
“DILLA!” panggil Kevin yang sedari tadi berusaha mengejar Dilla.
Sontak Dilla pun berhenti dan menoleh.
“Ya?” jawab Dilla kebingungan dengan sikap Kevin.
“Hhh .. hh .. ntar .. ntar pulang sekolah mau gak ngajarin gue teater sebentar? Ada tugas seni budaya gue!” ucapnya ter engah-engah seraya mengatur nafas.
“Oh haha, segitunya Vin! Iya ntar gue ajarin.” Dilla tertawa kecil.
“Hehe makasih ya!”
Setelah pamit, Dilla pun meneruskan untuk berjalan kembali.
“YESSS! Dapet gue hahaha!”girangnya.
Ketika melewati ruang OSIS Dilla sempat terhenti. Iya pun masuk kedalam dan menghampiri Eza. Eza adalah ketua OSIS disekolahnya.
“Za, hari ini ada rapat gak?” tanya Dilla tiba-tiba.
“Hari ini kita break dulu! Masalah kemarin kita bicarain di rapat besok aja!”
“Oh ok!”
Eza adalah ketua OSIS yang kutu buku dan pintar. Sangat berwibawa dan selalu mengedepankan kedisiplinan. Terkadang juga ia sering menegur Kevin dan kawan-kawan satu band nya, namun ia selalu diabaikan. Satu hal kelemahan Eza, ia anti dengan wanita. Ia selalu berfikir bahwa wanita itu hanya akan menyusahkannya. Hanya bisa bersikap manja dan tidak pernah berfikir tentang resiko yang mereka ambil.
Dan dimulailah kisah-kisah mereka ..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar